Pandanwangi, Terbitkan 3 Buku Cerita di Usia Belia

share on:
Pandanwangi saat membacakan salah satu buku ceritanya di hadapan penggemarnya | YP/Ist

Yogyaos.com (SLEMAN) - Mempunyai hobi baca dan menulis sejak dini ternyata berdampak positif bagi anak-anak. Hal ini setidaknya dibuktikan oleh Pandawangi Candraningrat (10), siswi kelas 3 SDM Mlati Sleman.

Anak dari pasangan Harjuno H dan Septiyati Purwandari, meskipun masih SD tapi telah bisa menghasikan karya kreatif berupa buku cerita anak-anak; berjudul  Minta Maaf, Menyesal dan Percaya Diri. Ketiga buku tersebut telah dicetak dan dilengkapi ilustrasi yang digarap ilustrator Andreas Dhimds Papabraja dari Desain Komunikasi Visual Modern School Yogyakarta. “Ketiga buku ini sudah diluncurkan,” ujar Pandanwangi kepada yogyapos.com di rumahnya, Sendangadi, Mlati, Sleman, Kamis (25/4/2019).

Pandanwangi mengaku, inspirasi cerita yang ada didalam buku tersebut dari aktivitasnya sehari-hari saat bermain bersama teman-temannya di sekolah. Buku berjudul Minta Maaf misalnya, dibuat ketika masih berumur 7 tahun. Karena prestasinya tersebut, Pemda Sleman menjadikan Pandawangi sebagai ikon untuk berbakat dan berprestasi.


Pandanwangi | YP/Ist

"Karangan cerita buku anak biasanya yang mengarang seorang dewasa. Namun kalau yang ini terbilang ajaib karena dilahirkan dari kreativitas anak. Ya Pandawangi. Mungkin salah satu pertimbangan untuk ikon anak oleh pemda," sambung Harjuno, ayah Pandanwangi.

Diakui Herjuno bahwa anaknya yang satu ini memang gemar membaca sejak masih kecil. Ia suka minta main ke toko buku, lalu membelinya. Dari kegemaran membaca itu rupanya daya rekam dan imajinasinya kuat. Kemudian menuliskan hasil ‘rekaman’ kejadian sehari-hari bersama teman sepermainan. Dan ternyata tulisannya punya alur bercerita yang lumayan tertata.

“Sejak itu kami mencoba menyalurkan dan memfasilitasi sehingga menjadi buku-buku cerita,” ujarnya.

Meski sudah menerbitkan tiga buku cerita, Pandanwangi ternyata punya cita-cita menjadi dokter. (Agung DP)

 


share on: