MUSIK ANGKLUNG MALIOBORO : Makin Populer, Terdongkrak oleh Channel Youtube Sarwanto

share on:

Siapa yang tak kenal Malioboro? Silahkan search di google dengan kata kunci Malioboro Yogyakarta. Maka kita akan mendapatkan paparan aneka rupa konten yang bikin hati senang bagi pengunjungnya. Kesenangan itu bisa diperoleh mulai dari kulinernya, berbagai macam souvenir, suasana malam harinya yang syahdu serta menyenangkan itu --apalagi jika kita bersama dengan pasangan terkasih-- Wow..., pasti semakin romantis dan mematri eksotisme cukup tajam di sanubari.

Berbicara Malioboro masa kini, tentu kita tidak mungkin untuk tidak membahas hiburan malamnya yakni musik angklung. Alat musik yang terbuat dari bambu itu, ternyata saat ini lebih ngetop di Yogyakarta, ketimbang di tempat aslinya di Bandung Jawa Barat. Sebab, apa yang disajikan di Malioboro sangat jauh berbeda dengan permainan musik angklung aslinya, dimana satu orang hanya memainkan satu alat dan satu nada. Sedangkan lagu-lagu yang dimainkan pun,  biasanya lebih pada lagu-lagu daerah setempat.

Sementara musik angklung Malioboro yang dimainkan oleh para musisi jalanan itu, satu pemain bisa memainkan satu oktaf nada, bahkan bisa dua oktaf atau tiga oktaf sekaligus.   Lagu-lagu kontemporer – pop, dangdut, rock, jazz – sering dimainkan oleh para musisi jalanan itu. Di daerah Banyumas, genre musik ini sering disebut dengan nama musik Calung, yakni terdiri dari satu set angklung, gambang, kempul yang kemudian dipadukan dengan satu sett drum dan bedug. Jika semua alat musik ini dimainkan, akan terasa asyik dipandang oleh mata kita dan enak dikonsumsi oleh telinga kita.

Angklung Rajawali adalah salah satu grup angklung atau musisi jalanan yang ada di Malioboro. Angklung Rajawali Malioboro menempati trotoar sisi timur, atau tepatnya di depan Ramai Mall. Grup yang dipimpin oleh Mbak Yanti  ini, bermarkas di Surokarsan Jl Tamansiswa Mergangsan Yogyakarta. Biasanya mulai main pukul 21.00 dan berakhir pada 23.00.

Kelompok musisi jalanan ini memang tampak meriah dan atraktif. Sebab, Grup Rajawali kebetulan menempati di titik lokasi paling strategis dan terang pencahayaanya. Selain itu, pemegang angklung (melodi), yakni Susan sepertinya paling rajin menggarap lagu-lagu baru dalam rangka melayani permintaan penonton.

Memang berbicara tentang angklung Malioboro yang kini lagi ngetrend bagi wisatawan domestik, maupun manca negara, semakin menarik untuk ditelisik lebih dalam lagi. “Di tangan para musisi jalanan, musik angklung sangat digemari oleh anak-anak muda kita saat ini. Padahal musik ini, di daerah aslinya (Jawa Barat-red) mulai ditinggalkan oleh anak-anak muda,” kata Rudi, salah seorang mahasiswa yang sedang meneliti tentang musik angklung Malioboro, pekan lalu.

Salah satu atraksi Angklung di trotoar Malioboro yang sanggup memikat wisatawan.| Foto: Sarwanto 

Ketertarikan Rudi untuk meneliti Angklung Malioboro sebagai tugas akhir kuliahnya itu, dipengaruhi oleh ramainya ekspose Angklung Malioboro, terutama di situs Youtube.com.  Ada sejumlah kreator youtube yang diamati oleh Rudi, melakukan upload secara konsisten dengan konten angklung Malioboro. Salah satunya channel: youtube.com/sarwanto h swarso.  Sehingga tak ayal, angklung Malioboro semakin populer dan digemari di dalam negeri, maupun di luar negeri. Hal itu Rudi buktikan dengan bertemu pengunjung dan penggemar angklung dari Suriname, Malaysia, Singapore, Taiwan, Belanda dan berbagai negara lainnya. Ketika para wisatawan itu ditanya Rudi, mereka mengaku awalnya mengenal musik angklung lewat youtube.com, lantas mereka penasaran ingin menonton secara langsung ketika alat musik tersebut dimainkan.

“Jika berlibur ke Yogya, rasanya belum afdol kalau belum ke Malioboro. Sudah ke Malioboro rasanya belum afdol pula kalau belum nonton angklung,” kata Rahmat, yang mengaku dari Kalimantan.

Sementara itu,  dari empat group angklung yang ada di Malioboro, masing-masing memiliki keunikan sendiri-sendiri. Jika angklung Rajawali lebih menonjolkan performance art-nya yang heroik, penuh semangat, yakni dengan gebugan drum yang lebih dominan, penari-penarinya yang cantik-cantik dan komunikatif, tiga grup lainnya juga menarik untuk kita tonton.

Satu contoh seperti yang dilakukan group angklung Malioboro, Calung Funk. Grup musik bambu yang dimainkan oleh anak-anak muda ganteng dan yang performance di depan Malioboro Mall ini, secara audio lebih mementingkan bunyi alat musik angklung yang original, meskipun mereka juga berekpresi dengan kombinasi alat kontemporer lainnya. Calung Funk biasanya bermain dengan sangat rapi, baik dari sisi penampilan maupun audionya.

Sementara grup angklung Malioboro, New Banesa, juga menarik untuk kita kunjungi. Group ini biasanya tampil dengan peralatan alat musik bambu yang banyak, kompli, meriah namun tetap padu dan harmonis. Group ini juga dimeriahkan dengan menampilkan wanita-wanita cantik sebagai penarinya.

Okey,  selamat datang di Yogyakarta. Rasanya belum lengkap jika Anda belum ke Malioboro dan tak ketinggalan pula untuk menikmati musik angklungnya. (Ato)


share on: