Makan Bareng 5.500 Porsi Bakmi Jawa, Siap Pecahkan Rekor MURI

share on:
Bupati Gunungkidul beserta pejabat terkait, saat membuka acara budaya, kerajinan & kuliner di Alun-alun Wonosari || YP/Ist

Yogyapos.com (WONOSARI) - Gelaran pameran budaya, kerajinan & kuliner dalam rangkaian kegiatan perayaan HUT Gunungkidul ke 188 tahun, dibuka oleh Bupati Gunungkidul, Hj Badingah SSos, Selasa (18/6) sore bertempat di Alun-alun Wonosari. Gelaran ini akan berlangsung dari tanggal 18 Juni - 22 Juni.
Seremonial pembukaan acara juga dihadiri Wabup Gunungkidul Drs Immawan Wahyudi, Ketua DPRD Gunungkidul Demas Kriswanto, Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady, Kajari Wonosari Asnawi Mukti SH, Kepala PN Wonosari Kusnul Kotimah SH, Sekda Gunungkidul Drajad Ruswandono, serta rombongan Dispar Tangerang Selatan yang kebetulan sedang melakukan kunjungan dan studi wisata di kabupaten Gunungkidul.

Kadisbud Gunungkidul Agus Kamtono yang dipasrahi sebagai penyelenggara acara mengatakan, event ini sebagai bentuk nguri-uri kebudayaan asli Gunungkidul ditengah gempuran digitalisasi di era sekarang. "Kalau bukan kita yang nguri-uri siapa lagi. Ini budaya kita, warisan leluhur. Harus kita lestarikan dan kita wariskan ke anak-cucu kita kelak. Uwong Gunungkidul ojo nganti ilang Gunungkidul-e," terang Agus Kamtono.

Selain menampilkan budaya tradisional, acara ini juga menghadirkan beragam kerajinan UMKM, serta kuliner khas Gunungkidul.
Agus menambahkan, klimaks acara ini adalah pemecahan rekor Muri dengan makan bareng 5.500 porsi bakmi jawa. "Semua warga Gunungkidul wajib ikut andil pada 21 Juni besok. Makan bareng gratis, pecahkan rekor Muri," imbuh Agus.

Sementara itu Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos dalam sambutannya sangat mengapresiasi langkah Dinas Kebudayaan dan para penggiat seni budaya di tlatah Gunungkidul. "Semua yang berbau seni budaya wajib kita dukung. Karena ini merupakan identitas dan warisan nenek moyang kita terdahulu. Harus kita lestarikan dan bisa menjadi alat promosi bagi Gunungkidul untuk makin berkembang di sektor wisata," pungkas Badingah.  (Dol)


share on: