Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Tetap Concern Sebagai Sekolah Kader

share on:
Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Agustyani Ernawati MPd mewisuda siswi kelas VI Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta | YP/Affan Safani Adham

Yogyapos.com (YOGYA) - Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Agustyani Ernawati MPd berharap Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta memasuki abad kedua --yang merupakan pusat keunggulan perempuan berkemajuan-- tetap concern sebagai sekolah kader.

"Yaitu, yang mencetak pemimpin-pemimpin perempuan," kata Agustyani dalam sambutan acara Pelepasan 126 Siswi Kelas VI Tahun Pelajaran 2018/2019, di Sportorium UMY, Ahad (28/4/2019). Acara ini dihadiri unsur Pimpinan Pusat Aisyiyah Dra Hj Shoimah Kastolani, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Agung Danarto MAg dan para orang tua siswi.

Agustyani yang menambahkan semua lulusan Mu’allimaat diharapkan menjadi kader ulama, pendidik dan pemimpin. Selain itu memiliki lima kompetensi utama yaitu keilmuan, kepribadian, sosial kemanusiaan, kecakapan, dan gerakan.

Sebagai sekolah kader, papar Agustyani, ekspektasi masyarakat sangat tinggi kepada Mu'allimaat. Dalam usianya yang memasuki abad kedua, Mu'allimaat menjadi pusat keunggulan yang concern sebagai sekolah kader pemimpin-pemimpin perempuan. Semua lulusan Mu'allimaat diharapkan menjadi kader ulama, pendidik dan pemimpin. "Lulusan Mu'allimaat dibentuk agar mampu berperan, berkompetisi dan berdiaspora di ranah nasional maupun internasional," tandas Agustyani.

Sementara itu Hj Shoimah Kastolani mewakili Pipinan Pusat Aisyiyah mengapresiasi siswi yang meraih prestasi akademik maupun non akademik. "Semoga prestasi yang diraih selama di Mu’allimaat bisa diteruskan ketika menempuh pendidikan di perguruan tinggi," kata Shoimah.

Hal yang istimewa pada pelepasan siswi kelas VI di Mu’allimaat itu diumumkannya siswi yang berprestasi dalam bidang akademik, non akademik, dan program internasionalisasi kader serta kader terbaik.

Pada tahun 2019 ini kader terbaik diraih oleh Riana Fauziyah kelas VI D yang berasal dari Jambi. Dari 126 siswi kelas Vl yang mengikuti pelepasan, sebagian besar siswi telah diterima di universitas negeri maupun swasta, baik melalui jalur tes maupun nontes.

Adapun siswi yang diterima melalui jalur SNMPTN yakni di UGM, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Soedirman, Universitas Negeri Sebelas Maret, UNY dan Universitas Brawijaya. 

Sedangkan melalui jalur SPANPTKIN, siswi diterima di UIN Sunan Kalijaga, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Surakarta, UIN Purwokerto dan UIN Jember. 

Selain melalui jalur SNMPTN dan SPANPTKIN, beberapa siswi juga telah diterima di perguruan tinggi di antaranya, UMY, UAD, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Poltekes Kemenkes Yogyakarta, Ull, Universitas lslam Sultan Agung Semarang, Pertanian University, Telkom University dan Universitas Muhammadiyah Malang. (Afn)

 

 

 

 

 

 


share on: