Kasus Pembakaran Bus, Enji : Klien Kami Justru Mau Menolong

share on:
Tim pengacara terdakwa dari LBH Janoko, siap lakukan pembelaan optimasl || YP/Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) Empat terdakwa kasus pembakaran bus Antar Jaya di Jalan Wates mulai diadili di PN Sleman, Selasa(28/5). Mereka adalah Ytm (47), Mjn (33), Twn(37 dan Yst (46) semuanya warga Gamping Sleman.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan ini dipimpin hakim ketua FX Heru Santoso SH MH, jaksa penuntut umum Hanifah SH. Sedangkan terdakwa didampingi tim pengacaranya dari LBH Janoko Yogyakarta.

Jaksa dalam dakwaannya mengungkapkan, kasus pembakaran bus ini terjadi 13 Maret 2019 di Jalan Wates, Pasekan Kidul, Balaicatur, Gamping Sleman. Bus jurusan Purwokerto-Yogyakarta dikemudikan Joko Sundarto (saksi) melaaju dari arah barat menuju Yogyakarta. Saat sampai di Jalan Wates Km 8, pengemudi kaget lantaran di depannya sebuah RX King dikendarai Wahyu Cahyono tiba-tiba mengerem mendadak membelok ke kanan tanpa memberikan isyarat apapun atau menyalakan lampu sein dan lampu belakang. Karena jaraknya terlalu bumper bus sebelah kanan menyerempet sepeda motor tersebut, walaupun sebenarnya pengemudi bus sudah berusaha mengerem sambil membanting stir ke kiri.

Atas peristiwa itu Joko Sudarto turun dari bus dan melihat ke bawah sudah ada sepeda motor RX King serta seorang pengendara tergeletak di jalan. Ia kemudian menyuruh kondektur untuk mengurusi semua penumpang agar turun dari bus, lalu memindahkan busnya ke sebelah timur dari lokasi kecelakaan.

Saat itulah warga berdatangan ke sekitar kejadian mencari dirinya selaku sopir bus. Namun pada saat bus akan di pindahkan ke Polres Sleman datang beberapa warga masyarakat diantaranya mereka para terdakwa bersama dengan Adt, Wi, Bg dan Rgl (DPO) serta beberapa masyarakat yang tidak jelas sambil membawa batu, kayu dan besi. Situasi menjadi ricuh karena ada yang berteriak sambil melempar batu kearah bus yang mengalami kecelakaan. Belum diketahui secara jelas siapa pelakunya, tiba-tiba bus Antar Jaya telah dibakar hingga badan bus dan seluruh kelengkapannya mengalami hangus tidak dapat dipergunakan lagi.

Jaksa menegaskan, perbuatan mereka para terdakwa sebagaimana dan diancam pidana dalam pasal 170 ayat(1)kuhap dan kedua perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 406 ayat(1) kuhp jo Pasal 55 ayat(1) ke kuhp.

Atas dakwaan itu Koordinator Tim pengacara terdakwa, Enji Pusposugondo SH menyatakan, sebenarnya para terdakwa bukan pelaku pembakaran yang sebenarnya.

“Para terdakwadan ketika itu datang ke tempat terjadinya peristiwa (TKP) justru akan melakukan pertongan. Sedang pelaku pembakaran orang lain, yakni massa," ungkap Enji yang di dampingi anggotanya, Supriyanto SH, Eri Rama Diza Mukti SH, Rico Gilang Samudra SH, Roby Octora SH dan Fajar Kurnia Adi SH. (Agung DP)


share on: