KAJIAN SASISOMA JAMAAH SAJADA : Oase dalam Hiruk Pikuk Malioboro

share on:
Dari kiri ke kanan: Yudi Prihantana, Heroe Poerwadi, Ust Munif dan Herry Zudianto || YP/Fadholy Widhasmara

Yogyapos.com (YOGYA) - Jamaah Sajada yang diketuai H Yudi Prihantana SE bersama Margaria Grup dan Takmir Masjid Siti Djirzanah, Selasa (13/8/2019) sore menggelar kajian Sasisoma (Sana Sini Soal Agama) yang diampu oleh Ustad Munif Tauchid SPsi.

Hadir dalam kajian yang digelar untuk umum tersebut, Wawali Yogya Drs Heroe Poerwadi MA dan mantan Walikota Yogya H Herry Zudianto SE Akt MM, yang juga founder Margaria Grup.

Munif Tauchid dalam tausiyahnya menggarisbawahi jika Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin. Agama yang sejuk, membawa kerahmatan bagi umat dan alam semesta.

“Kita sebagai muslim jangan terlampau mudah memvonis seseorang. Dalami dan kaji terlebih dulu. Jangan terburu-buru berstatement yang membuat resah dan gaduh. Islam itu terbuka dan moderat, beda pendapat hal yang wajar,” ujar Munif.

Seperti halnya tertuang dalam tafsir ayat: Bagimu Agamamu. Bagiku Agamaku. Serta: Kamu Mengamalkan Apa Yang Kamu Yakini. Aku Mengamalkan Apa Yang Aku Yakini. “Berbeda itu indah. Warna-warni itu mempesona seperti pelangi,” imbuh Ustad Munif.

Sementara Wawali Yogya Heroe Poerwadi sangat mengapresiasi gelaran kajian sore Sasisoma ini. Menurutnya ini langkah yang bagus untuk mempertebal iklim religiusitas di kawasan Malioboro. “Salut kepada teman-teman Jamaah Sajada dan juga Pak Herry Zudianto sebagai founder Masjid Siti Djirzanah. Jadi selain sector ekonomi, wisata dan perdagangan, dengan keberadaan masjid ini serta kajian Sasisoma, bisa menjadi ikon religi di kawasan Malioboro,” jelas Wawali Yogya.

Yudi Prihantana selaku Ketua Jamaah Sajada mengaku kaget dengan antusiasme jamaah yang hadir dalam kajian perdana ini. Yudi juga terperangah akan keindahan arsitektur Masjid Siti Djirzanah.

“Selain indah dan megah, juga bersih serta modern. Keberadaan masjid ini sangat membantu masyarakat dalam melaksanakan ibadah. Seperti oase ditengah hiruk-pikuk ekonomi dan perdagangan di kawasan Malioboro. Salut. Langkah jenius buat Pak Herry Zudianto yang membangun masjid ini. Dengan kajian Sasisoma ini, kami berharap umat muslim semakin menjaga ukhuwahnya. Beda pendapat hal yang lumrah. Tapi jangan dibawa ke hati. Sebagai orang Jawa kita harus tetap tepo seliro, tenggang rasa dan saling menghargai antar sesame,” papar Yudi.

Ditemui Yogyapos.com usai salat Maghrib, Herry Zudianto sangat mendukung kajian yang digagas Jamaah Sajada dan diampu oleh Ustad Munif ini. Menurut founder Margaria Grup ini, kajian-kajian yang sifatnya cair, santai, memberi pencerahan sangat diperlukan oleh umat. “Disini ada interaksi antar masyarakat. Antar lini budaya, ekonomi, wisata dan agama. Keberagaman dan keberagamaan adalah dua elemen yang penting dan saling terkait. Dua elemen ini harus berjalan selaras. Berimbang. Untuk menciptakan iklim yang positif dan kondusif,” pungkas Herry Zudianto.

Untuk selanjutnya Kajian Sasisoma akan dihelat setiap Selasa sore jam 16.00 hingga Maghrib. Dilanjutkan salat Maghhrib berjamaah. Dipilih hari Selasa seperti falsafah Jawa. Selasa: selo-selone menungso. (Dol)

 

 


share on: