FKG UGM-Unilever Gelorakan Gerakan Indonesia Tersenyum Bebas Gigi Berlubang

share on:
Dekan FKG UGM, Pihak Unilever Indonesia dan Tim Dokegi secara simbolis bertukar cinderamata || YP/Fadholy

Yogyapos.com (SLEMAN) - Memasuki tahun ke-10 Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (Afdokgi) dan PT Unilever melalui brand Pepsodent menggulirkan gerakan ‘Indonesia Tersenyum’ guna mewujudkan Indonesia bebas gigi berlubang.

Bertempat di RSGM Prof Soedomo FKG UGM, Rabu (2/10), drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent MDSc selaku Kepala Divisi Kesehatan Yayasan Unilever mengatakan, gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia. Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, bahwa 88,8 persen masyarakat Indonesia mempunyai masalah pada gigi berlubang.

“Edukasi berkelanjutan bagi masyarakat tentang kesehatan gigi harus dilakukan konsisten dan kontinyu. Melalui BKGN ke-10 ini, Pepsodent bersama PDGI dan Afdokgi menggalakkan program Indonesia Tersenyum, dengan harapan memberikan senyum bagi keluarga Indonesia, bebas gigi berlubang,” ujar drg Ratu Mirah.

Sementara itu Dekan FKG UGM, Dr drg Ahmad Syafiy Sp.Perio(K) menjelaskan jika harus memberi pemahaman dan pengertian kepada masyarakat dalam merawat kesehatan gigi dan mulut. “Dari data Riskesdas, Yogyakarta menempati posisi kelima tertinggi untuk pravelansi permasalahan gigi dan mulut. Yaitu sebesar 65,6 persen. Momen BKGN kali ini sangat tepat untuk mengedukasi masyarakat dalam memulai kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut,” kata Dekan FKG UGM.

drg Ratu Mirah menambahkan, dalam mendukung gerakan Indonesia Tersenyum ini, Pepsodent percaya jika setiap orang bisa menjadi ‘pahlawan senyum’. Baik itu tenaga medis gigi, mahasiswa fakultas kedokteran gigi, orangtua, guru dan anak-anak memiliki peran penting menciptakan senyum keluarga Indonesia. “Gigi berlubang itu bisa dilakukanan tindak preventif dengan membiasakan anak-anak merawat gigi dan mulut sedari dini. Dalam upaya edukasi tersebut kami membentuk tim Dongeng Kesehatan Gigi (Dokegi) yang dilengkapi buku aplikasi pop-up,” tandas drg Ratu Mirah.

BKGN 2019 kali ini digelar di 24 fakultas kedokteran gigi dan 40 cabang PDGI di berbagai wilayah Indonesia, yang bakal berlangsung hingga Desember mendatang dengan target jangkauan 64.000 orang. (Dol)

 

 

 


share on: