EKSEKUSI RUMAH DI WEDOMARTANI, APRILIA: Alhamdulillah Tuntas Perjuangan Selama 10 Tahun

share on:
Aprillia Supaliyanto MS SH (ketiga dari kanan) menyaksikan detik-detik eksekusi || YP/Met

Yogyapos.com (SLEMAN) – Setelah bersengketa selama hampir sepuluh tahun, Advokat Aprilia Supliyanto MS SH mewakili kliennya Sukismo, akhirnya berhasil memperoleh haknya berupa tanah dan tanah seluas 600 M2 yang terletak di Dusun Sono, Wedomartani, Ngemplak Sleman. Perolehan hak tersebut menyusul penetapan eksekusi dari Ketua PN Sleman.

“Alhamdulillah akhir pekan lalu obyek sengketa sudah dalam penguasaan kami secara de jure maupun de facto, karena sudah dilakukan eksekusi oleh pengadilan. Dulu di atas tanah itu ada bangunan rumahnya” ujar Aprilia didampingi timnya Ahang Pradata SH, Agus Rofi SH dan Andika AFS SH,  Rabu (8/4/2019).

Aprilia mengapresiasi Ketua PN Sleman yang telah menerbitkan  Surat Penetapan atas perkara Nomor 159/Pdt.G/2010/PN Sleman jo  No.85/PDT/2011/PT.Y jo No. 3394 K/PDT/2012, serta ditindaklanjuti oleh timnya melakukan eksekusi tanah tersebut .


Tanah bekas obyek sengketa yang kini telah sah milik Sukismo Utomo berkat perjuangan tim pengacara dari Kantor Hukum Aprillia and Associates yang beralamat di Jalan Raya Janti 349 B Yogyakarta || YP/Met 

Sukismo, tambah Ahang Pradata, memang secara sah sebagai pemilik atas tanah tersebut berdasarkan ptusan PN Sleman. Terhadap putusan tersebut, dilakukan banding oleh Ny Ponco Utomo, Sobirin dan Sugiarto Pangarso. Namun banding itu ditolak, bahkan juga kasasinya pun dimenangkan oleh Sukismo.

Persoalan menjadi berlarut, karena dilakuka upaya hukum daden verzet atas rencana eksekusi. Tapi lagi-lagi upaya tersebut dimentahkan hakim, hingga berlanjut pelaksanaan eksekusi. Meski upaya hukumnya ditempuh sampai yang paling akhir, namun dalam pelaksanaan eksekusi berlangsung lancar disaksikan unsur Muspika setempat.

“Kami menghargai upaya hukum. Tapi lebih menghargai dan mengapresiasi pihak PN Sleman yang akhirnya melaksanakan eksekusi. Tuntas sudah, bahwa tanah ini milik klien kami,” kata Aprilia.

Asal tahu, harga tanah yang semula obyek sengketa itu kini bisa berkisar  Rp 4,5 juta per meter atau total Rp 2,7 miliar. “Dulu memang masih murah, tapi kalau sekarang bisa tembus Rp 4,5 juta per meternya. Rencana mau dibangun rumah kos,” pungkas Ahang.(Met)


share on: