Dr KH Hilmy Muhammad : Raih 299.168 Suara Segera ke Kursi DPD RI

share on:
Dr KH Hilmy Muhammad MA

Tidak terbayang di benak Dr KH Hilmy Muhammad MA, jika perolehan suaranya dalam pemilihan DPD RI Dapil DIY, sangat signifikan. Bahkan mengungguli Cholid Mahmud (PKS) dan Afnan Hadi Kusumo (Muhammadiyah) sebagai incumbent. Perolehan suara pria yang akrab disapa Gus Hilmy ini setingkat di bawah GKR Hemas yang menempati posisi pertama. Walaupun masih menunggu penetapan sah dari KPU, bisa dipastikan satu kursi DPD RI DIY periode 2019-2024, akan diemban Anggota Komisi Fatwa MUI DIY ini.

Ditemui yogyapos.com di rumahnya, Komplek Ponpes Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, Minggu (19/5) siang, Wakil Rois Syuriah PWNU DIY ini mengatakan, suara yang diperoleh sebanyak 299.168, tersebar di pelosok DIY. Bantul (104.000) dan Sleman (70.000) masih menjadi lumbung suaranya, lantaran kedua daerah ini bisa dikatakan basis Nahdlatul Ulama.

Diluar dugaan adalah di Kulonprogo dan Gunungkidul. Awalnya tim relawan yang mayoritas anak muda, memprediksi suara saya di wilayah ini jauh dibawah 40.000. Namun faktanya, suara saya melonjak diatas 40.000. Mungkin yang kurang digenjot adalah di Kota Yogya yang hanya mendapat 14.000 suara. Namun sejauh ini, mesin relawan milenial dan kader bekerja sangat baik, massif, dan terstruktur,” jelasnya, kalem.

Sebagai ‘anak baru’ di tlatah politik, prestasi Gus Hilmy bisa dikatakan mencorong. Mampu menawarkan sesuatu yang baru. Gagasan dan ide yang segar, serta siap dimonitor oleh konstituen. “Saya tidak alergi kritik. Saya juga tidak ada latar belakang dunia politik. Basic saya adalah pengasuh pondok pesantren dan dosen UIN Sunan Kalijaga. Namun karena ditunjuk PWNU DIY untuk mewakili Nahdalatul Ulama dalam kancah pemilihan DPD. Saya pun siap mengemban amanah dan perintah tersebut. Bersama tim relawan dan konstituen, kami belajar demokrasi gotong-royong yang santun, beradab dan bermaslahat bagi sesama,” imbuh Gus Hilmy yang mengenyam pendidikan S2 di Sudan dan S3 di Malaysia.

Menurut suami dari Hj Nur Chasanah ini, mengangkat visi mewujudkan Yogyakarta yang istimewa dan sejahtera dalam bingkai NKRI bukan perkara mudah. Semua berproses dari bawah. Dilandasi niatan yang baik, insya Allah hasilnya akan baik pula. “Dalam setiap blusukan ke konstituen, saya mencatat semua keluhan dan saran dari masyarakat. Mayoritas mereka menginginkan perubahan dalam segala aspek yang sejauh ini masih stagnan. Jalan ditempat. Insya Allah hal-hal yang kurang trsebut akan saya perbaiki,” kata Gus Hilmy yang juga didapuk sebagai Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama, Yogyakarta.

Sedangkan misi yang diusung cucu dari KH Ali Maksum ini antara lain, mempertahankan Yogyakarta sebagai kota pelajar yang berbudaya. Lalu mendorong potensi daerah di wilayah DIY dan bersinergi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Yang tak kalah penting adalah membangun karakter sumber daya manusia di lini pendidikan, sosial dan agama. Infrastruktur tidak hanya fisik. Tapi juga batin. Dan yang paling esensial adalah memperkuat kelembagaan DPD RI dengan cara peningkatan fungsi legislasi, representasi serta advokasi,” tandas Gus Hilmy yang mengusung tagline: Lahir Batin Untuk Jogja Istimewa. (Fadholy)


share on: