DPRD Bantul Selesai Bentuk Alkap, PKS dan Golkar Non Pimpinan

share on:
Menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum rapat paripurna pembentukan Alkap || YP/Daru W

Yogyapos.com (BANTUL) – Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Bantul, akhirnya berhasil membentuk alat keplengkapan (Alkap) dewan berupa Komisi, badan Musyawarah (Banmus), Badan Anggaran (Banggar), badan Kehormatan Dewan (BKD), dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Banpemperda) beserta masing-masing pimpinannya. Alkap ini disahkan melalui Rapar Paripurna yang berlangsung, selasa (8/10/2019).

Para pimpinan alkap ini dipegang oleh anggota dari parpol yang meraih kursi signifikan seperti PDIP, Gerindra, PAN dan PKB. PDIP menempatkan wakilnya Dwi Kristianto sebagai Ketua Komisi, Datin Wisnu dari Gerindra sebagai Wakil Ketua Komisi dan Sadji dari PAN sebagai Sekretaris Komisi C.

Sedangkan pada Komisi D, Gerindra menempatkan Enggar Suryo Jatmiko sebagai Ketua Komisi D, Yasmuri dari PKB sebagai Wakil Ketua Komisi D dan Pramudiananta dari PDIP sebagai Sekretaris Komisi D.

Pada Komisi A, PKB menempatkan Agus Salim sebagai Ketua Komisi, didampingi Suroton dari PAN duduk sebagai Wakil Ketua Komisi dan Jumakir dari PPP (Fraksi Persatuan Demokrat) menjadi Sekretaris Komisi A.

Sementara untuk Ketua Komisi B dipegang oleh Wildan Nafis dari PAN, didampingi Aryunadi dari PDIP sebagai Wakil Ketua Komisi dan Mahmudin dari PKB sebagai Sekretaris Komisi.

Usai menyelesaikan pembentukan Komisi dan pimpinan komisi, DPRD Kabupaten Bantul juga melaksanakan pembentukan Banggar dan Banmus namun untuk pimpinan Banggar dan Banmus semuanya diampu oleh pimpinan DPRD sesuai dengan aturan yang ada.

Dalam pembentukan Badan Kehormatan Dewan atau BKD melalui mekanisme voting secara tertutup untuk memilih 6 dari 5 calon anggota BKD akhirnya disepakai 5 calon yang terpilih anggota BKD yang dilanjutkan dengan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BKD yang akhirnya Ketua BKD jatuh kepada Puterus Lanjar dari Gerindra sebagai Ketua BKD dan didampingi Wakil Ketua BKD Supriyono dari PBB (Fraksi Persatuan Demokrat). Sedangkan Ketua Bapemperda jatuh ke tangan Pambudi dari PDIP dan Wakil Bapemperda adalah Eko Sutrisno Aji dari PPP (Fraksi Persatuan Demokrat).

Dengan terbentuk Alkap serta pimpinannya praktis hampir semua partai mewakilkan anggotanya duduk di Alkap namun sayang dua partai yang punya fraksi di DPRD Bantul yaitu Partai Golkar dan PKS sama sekali tidak ada wakilnya yang duduk menjadi pimpinan alat kelengkapan dewan atau Alkap. Bahkan ketika PKS mengajukan nama untuk bersaing dalam keanggotaan BKD yang berjumlah 5 harus tersingkir karena tidak masuk 5 besar calon anggota BKD yang dipilih dengan voting secara tertutup.

“Ini kan proses pemilihan alat kelengkapan dewan kan sesuai aturan maka dipilih anggota di masing-masing Alkap sehingga ketika Golkar dan PKS tak punya wakil pimpinan di Alkap maka memang perwakilan Golkar atau PKS tidak ada yang memilih sehingga tidak duduk sebagai pimpinan Alkap,” kata Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo usai menggelar rapat paripurna pembentukan Alkap di Gedung DPRD Bantul, Selasa (8/10).

Sementara Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bantul, Nur Subiantoro mengatakan pembentukan Alkap dan juga pimpinan Alkap berjalan secara mulus dan memang sesuai dengan komunikasi dari pimpinan partai untuk perwakilannya yang akan ditempatkan dalam Alkap dan juga diajukan menjadi pimpinan Alkap.

“Jadi memang semua partai yang sudah ada kesepakatan politik bersama dalam pembentukan Alkap dan pimpinan Alkap sangat solid sehingga berjalan sangat lancar,” ucap politisi Gerindra.

Sementara anggota Fraksi Golkar Heru Sudibyo mengatakan tak mempermasalahkan fraksinya tak satupun yang duduk sebagai pimpinan di Alkap bahkan ketika menjadi anggota Alkap justru lebih santai dan bebas.

"Ndak masalah kita ndak jatah pimpinan Alkap, kita malah santai dalam bekerja,” kata Heru.  (Dws)


share on: