Disbud-Dikpora Bantul Perkenalkan Permainan Tradisional dan Dongeng Rakyat

share on:
Permainan gasing bambu yang mulai sukar ditemui || YP/Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Sebagai bangsa majemuk dengan berbagai budaya, Indonesia memiliki culture heritage yang beraneka ragam. Salah satu aspek yang menarik untuk dieksplorasi adalah permainan tradisional dan dongeng rakyat.

Dalam rangka itulah Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Dikpora) Bantul, menggelar acara ‘Internalisasi Nilai Tradisi Melalui Permainan Tradisional Cerita Rakyat’, pada tanggal 10-11 Juli, di Lapangan Trirenggo Bantul.

Kadisbud Bantul Nugroho Eko Ssos MM dalam siaran persnya mengatakan,  kegiatan ini masih dalam rangkaian peringatan HUT Bantul ke-188 tahun. Menurut Kadisbud Bantul, permainan tradisional dan cerita rakyat adalah warisan budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. “Character building sangat perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Seperti elemen team work, sportifitas, kompetitif, nilai kejujuran, dan sikap heroik,” jelas Nugroho Eko, Senin (8/7/2019).

Sementara itu Kadikpora Bantul Drs Isdarmoko MPd menambahkan, maksud kegiatan ini untuk memperkenalkan keragaman budaya kepada generasi muda melalui permainan tradisional dan cerita rakyat. “Konten permainan tradisional serta dongeng rakyat wajib kita lestarikan dan diapresiasi oleh khalayak umum. Dalam permainan tradisional dan dongeng rakyat banyak sekali filosofi dan nilai tradisi yang sangat berkaitan dengan kehidupan sehar-hari masyarakat,” imbuh Isdarmoko.

Untuk sesi permainan tradisional akan diampu oleh komunitas Kampoeng Dolanan Desa Panggungharjo. Sedangkan sesi cerita rakyat akan diisi Sanggar Saniji dan Sanggar Sumunar. Sanggar Saniji akan menampilkan story telling dongen rakyat. Sednagkan Sanggar Sumunar akang menyuguhkan operet Sang Kancil. Tampil pula dalang cilik, Branjang Pamadi.  (Dol)

 


share on: