Diadili di PN Sleman, Makelar Motor Mbandangke Motor

share on:
Totok Progresto SH selaku pengacara terdakwa menyayangkan penganiayaan terhadap kliennya yang dituduh menggelapkan motor || YP/Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) - Didakwa menggelapkan motor, EHH warga DonokertoTuri Sleman diadili di Pengadilan Negeri ( PN) Sleman, Selasa (11/6). Dalam sidang dipimpin hakim ketua Hj Setyawati Yun Irianti SH HM ini, terdakwa didampingi pengacaranya Totok Progresto SH.

Dugaan penggelapan motor, sebagaimana diungkap jaksa penuntut umum Rina Wisata SH, terjadi pada Kamis 31 Januari 2019 sekitar jam 10.00. Wib, bertempat di Rumah Makan Intan Molodono Tempel.

Terdakwa ketika itumMengendarai sepeda motor Honda Star menuju daerah Tempel bertemu dengan saksi Bintaro dan menawarkan diri untuk menjualkan sepeda motor Vario warna hitam AB 2830 FE milik saksi korban.

Dengan tenang terdakwa mempertemukan korban dengan calon pembeli. Dalam pertemuan itu calon pembeli menawar harga  Rp.13.000.000 ( tiga belas juta rupiah).  Karena saksi korban belum menyetujui, maka motor Vario tersebut dibawa lagi oleh terdakwa untuk dicarikan pembeli lain.

Namun rupanya itu hanya siasat belaka, karena hingga sekarang sepeda motor tersebut dibawa terdakwa serta tidak ada kabar sama sekali. Hasil pengusutan diketahui Vario itu justru digadaikan pada saksi Linda Warsito (alm) pada hari Jumat 8 Februari 2019 sebesar Rp 3.500.000 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) dan uang tersebut dipergunakan oleh terdakwa untuk keperluan hidup sehari-hari.

Jaksa menyatakan akibat perbuatan terdakwa maka saksi korban menderita kerugian Rp 14.500.000 (empat belas juta lima ratus ribu rupiah). “Perbuatan terdakwa melanggar pasal  372 KUHP dan kedua diancam pidana Pasal 378 KUHP,”  tegas jaksa.

Sementara usai sidang, Totok Progresto selaku pengacara terdakwa mengatakan, sebelum diproses dan diajukan di pengadilan kliennya telah dianiaya oleh seseorang dan perkaranya sudah dilaporkan ke polisi namun belum diproses. (Adp)

 

 


share on: