Di UGM, Pengurus Daerah IPI DIY Periode 2019-2022 Dikukuhkan

share on:
Pengurus Daerah IPI DIY Periode 2019-2022 || YP/Mufti

Yogyapos.com (SLEMAN) - Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Dr Zulfikar Zen SS MA mengukuhkan Pengurus Daerah IPI DIY periode 2019-2022  menggantikan pengurus lama yang telah habis masa baktinya. Kepengurusan periode ini merupakan amanah dari Musyawarah Daerah padaJuni 2019 lalu. Pengukuhan ditandai pengucapan ikrar serta penanda tanganan berita acara di Ruang  Seminar Gedung Perpustakaan UGM, Rabu (9/10/2019).

Saat memberikan pembekalan, Zulfikar Zen mengucapkan selamat dan meminta pengurus baru agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada pengurus lama atas pengabdiannya di kepengurusanlalu.

Zulfikar berpesan, kerjasama harus terus dijalin baik terhadap sesama pustakawan maupun mitra-mitra lainnya. Selainitu, menghargai teman sejawat pun penting sebagai cerminan kode etik sehingga membangkitkan rasa persaudaraan meskipun sudah pensiun bagi pustakawan berstatus pegawai.

“Boleh pensiun sebagai pegawai, tetapi jangan pensiun sebagai pustakawan. Menjadi pustakawan adalah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat IPI Nomor 011 Tahun 2019, susunan Pengurus Daerah IPI DIY periode 2019-2022 adalah Sarwono SIP (Ketua Umum), Wiyarsih SIP MA (Sekretaris Umum),  Wiwik Tarmini SIP (Bendahara Umum). Pengurus inti dibantu empat bidang meliputi Bidang Pembinaan Kepustakawanan, Bidang Pengembangan, Pelatihan dan Sertifikasi, Bidang Oganisasi dan Keanggotaan, serta Bidang Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Perpustakaan UGM, Dra Nawang Purwanti MLib dalam kesempatan membuka acara menyampaikan bahwa per pustakaan mengalami perkembangan pesat beberapa tahun terakhir, menyangkut aspek pelayanan maupun koleksi. Perpustakaan sekarang ini umumnya telah berbasis teknologi informasi dan berjejaring. Pustakawan harus memiliki kompetensi maupun keahlian agar bisa mengikuti perkembangan itu.

Di lingkungan pemerintah, ungkap dia, usia pensiun fungsional pustakawan bisa mencapai 65 tahununtuk level Pustakawan Ahli Utama. Pustakawan dapat lebih memberikan pengabdian maupunke teladanan dengan batas pensiun panjang itu.

“Karena itulah setiap pustakawan harus punya komitmen terhadap profesinya,” kata Nawang.

Di tempatsama, Ketua Umumt erpilih, Sarwono SIP menyatakan siap melaksanakan ikrar yang telah diucapkan bersama. Dia berterima kasih atas kepercayaan pada dirinya memimpin organisasi profesi pustakawan di DIY satuperiodemendatang.

“Karena itu apabila dalam memimpin IPI ini melenceng atau tidak berjalan sebagaimana mestinya, saya boleh diingatkan,” pintanya.

?Pengukuhan Pengurus Daerah IPI DIY periode 2019-2022 dihadiri oleh pengurus lama, pejabat perpustakaan, pustakawan, serta unsur perpustakaan lainnya.

Pengukuhan pengurus ini dirangkaikan kegiatan Seminar Nasional Kepustakawanan dan Rapat Kerja Daerah IPI DIY. Seminar mengambil  tema Asta Etika Pustakawan Indonesia dengan narasumber Zulfikar Zen, Wakil Ketua Umum Pusat IPI sekaligus staf pengajar Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Indonesia.  (Muf)


share on: