Di Code, KNH Melarung Serpihan Sengkuni

share on:
Performance Art pengancuran sosok Sengkuni sebelum dilarung ke sungai Code || YP/Ist

Yogyapos.com (YOGYA) – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2019 dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Indonesia. Tak terkecuali di Yogyakarta, sekelompok warga yang tergabung dalam Kawulo Ngayogyakarta Hadiningrat (KNH) memperingatinya dengan performance art bertajuk ‘Tundung Larung Sengkuni dari Jogja’ yang diekspresikan di Tugu Yogya, Senin (20/5) sore.

Gelaran ini melibatkan sekitar 250 peserta dengan ragam peran, diantaranya sebagai bergada prajurit dari empat penjuru, egrang, dan figur Sengkuni.

Koordinator acara Agus ‘Becak’ Sunandar kepada yogyapos.com mengungkapkan, di tengah situasi politik yang memanas pasca Pemilu, pihaknya mencoba memberikan kesejukan dengan aksi budaya melibatkan komunitas dari Kabupaten/Kota di DIY.

“Kami sengaja mengekspresikannya lewat jalu budaya,” ujar alumnus ISI Yogyakarta.

Menurut dia, Sengkuni bukan menunjuk atau merepresentasikan pada sosok tokoh politik Indonesia tetapi ada di dalam diri tiap-tiap pribadi manusia. Yakni berupa nafsu, egoisme untuk menang sendiri, berkuasa dan lainnya yang justru akan menghancurkan diri sendiri disamping berdampak negatif bagi lingkungan sekitar.

"Jadi sebenarnya kita bisa berkaca melalui Sengkuni dalam pewayangan yang cerdas namun licik. Apakah ada sifat-sifat dalam diri kita yang seperti Sengkuni,” paparnya.

Ekspresi kreatif KNH ini berlangsung pukul 17.00, diawali dengan bertemunya bergada prajurit dari 4 penjuru di Tugu Yogyakarta, dilanjut orasi di antara uba rampe beberapa tumpeng dan kemenyan.

Endingnya, sosok Sengkuni dalam bentuk wayang dihancurkan oleh empat raksasa sebagai simbolisasi nafsu-nafsu Sengkuni itu sendiri. Wayang Sengkuni yang hancur kemudian dikumpulkan dan dibungkus kain kafan, diarak sebelum akhirnya dilarung di Sungai Code. (Inu) 

 

 

 


share on: