Destinasi Wisata Film Studio Alam Gamplong Jadi Jujukan di Musim Lebaran

share on:
Pengunjung Studio Gamplong berfoto bersama di sejumlah spot favorit || YP/Fadholy

Yogyapos.com (SLEMAN)- Lebaran dan liburan. Dua aspek yang saling terkait. Berpagut menyambut kemenangan di Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Kamis (6/6) siang, yogyapos.com mencoba menilik wisata baru di wilayah Sleman bagian barat. Yakni, Studio Alam Gamplong. Berlokasi di desa Sumberayu Gamplong Sleman. Bisa dipacu dengan waktu 45menit dari pusat kota Yogya. Dengan jarak tempuh sekitar 20km.

Awal pembuatannya, studio milik sutradara beken Hanung Bramantyo ini hanya untuk keperluan syuting film. Tidak dibuka untuk umum. Namun antusiasme publik membuncah, untuk mengetahui dan melihat lebih dekat studio alam yang berdiri di lahan seluas 2 hektar ini.

Hafiz, pengelola Studio Gamplong mengatakan, ini juga langkah jitu untuk pemberdayaan ekonomi warga, serta sebagai 'museum' properti film. "Mas Hanung ingin membuat sebuah karya selain film, yang bisa dinikmati publik. Dan juga untuk menggairahkan ekonomi warga sekitar. Kami berharap semua pihak terkait bisa berkontribusi memajukan wisata ini," ujar Hafiz yang siang itu baru saja membuka Studio Gamplong pada liburan Lebaran.

Sejumlah landscape spot yang dibangun semi permanen oleh tim artistik Dapur Film sangat menggoda mata & membuat naluri eksistensi menggelora. Mulai setting bangsal pendopo Kerajaan Mataram, benteng Batavia, kampung pemulung, china town, Malioboro tempo doeloe, kereta api uap, alun-alun, pasar, kampung mataraman, hingga moda transportasi lawas.

Menurut Hafiz, ada beberapa spot yang sedang dibuat. Seperti kampung Jerman dan kampung Belanda.

"Masih banyak sudut yang belum optimal. Seperti benteng Batavia dan pendopo Kerajaan Mataram dalam fase under construction. Sejumlah fasilitas pendukung yang belum tergarap, seperti toilet, mushola dan area food court  juga menjadi keluhan para pengunjung. Dalam waktu dekat segera kami benahi," kata Hafiz didampingi Bagor selaku koordinator keperluan syuting.

Bagor menambahkan, pihaknya menghimbau kepada pengunjung untuk tertib dan menaati aturan yang berlaku. "Karena mayoritas material bangunan adalah temporer, semi permanen. Kami menghimbau kepada pengunjung untuk menjaganya agar tidak terjadi kerusakan. Bagi pengunjung yang membawa kamera profesional dikenakan tarif Rp 5.000 dan wajib memakai ID permitt, " ungkap Bagor yang masih memberlakukan tarif sukarela bagi pengunjung.

Siang itu, dari data checker pengelola, sudah ada 200 pengunjung yang berselfie ria di Studio Gamplong. Dan diperkirakan bertambah tiap harinya sampai puncak libur lebaran, Minggu (9/6).

Dari riwayat list pengunjung yang datang. Sejauh ini okupansi tertinggi pada liburan tahun baru 2019 kemarin. Sebanyak 1.000 orang. Yogyapos.com mencoba berbincang dengan wisatawan asal Bandung, Mirza Khalifa.

Bagi Mirza, lebaran adalah momen yang paling ditunggu tiap tahunnya. Selain mudik untuk bersilaturahmi dengan keluarga, juga dimanfaatkan untuk liburan. "Saya asli Bandung, namun kerja di Jakarta. Keluarga besar saya di Yogya. Alhamdullilah tiap tahun bisa mudik. Dan liburan saat perayaan lebaran, seperti ritual bagi kami. Jika biasanya ke pantai, tahun ini kami memilih ke Studio Gamplong. Saya penasaran dengan set lokasinya setelah melihat film Sultan Agung. Dan, aslinya keren banget. Penggarapan produksinya detail. Eksekusinya matang," jelas pria yang kerja di bidang IT equipment ini.

Mirza dan keluarga, juga mengeluhkan belum adanya fasilitas toilet, mushola, dan area food court. (Fadholy) 


share on: