DESTINASI TAMAN PUSPA GADING : Tegaldowo Siap Jadi Desa Wisata

share on:
Suasana Taman Puspa Gading yang berjubel pengunjung. Insert: Sugiran ST || YP/Fadholy

Yogyapos.com (BANTUL) - Dahaga masyarakat terhadap destinasi wisata yang murah, edukatif dan nyaman kini membuncah pada spot rekreasi baru di wilayah Bantul. Yakni: Taman Puspa Gading, yang berlokasi di desa Tegaldowo Bantul. Kendati baru dibuka pada 5 Juni, bertepatan pada liburan Lebaran lalu, wisata ini telah menjelma menjadi destinasi favorit yang menjadi jujugan para pengunjung.

Momentum liburan sekolah seperti sekarang, sangat mendongkrak ekonomi warga. Pada akhir pekan (Sabtu & Minggu) pengunjung selalu membludak. Tak hanya masyarakat di seputar Bantul, warga Klaten dan Wonosari juga tak ketinggalan mengunjungi area rekreasi yang menempati lahan seluas 1 hektar ini.

Adalah Sugiran ST, sosok brilian dibalik ide dan konsep pembangunan Taman Puspa Gading. Bukan perkara mudah bagi pria yang didapuk sebagai Ketua Lembaga Tegaldowo Manunggal ini, dalam mewujudkan sebuah area yang bermaslahat bagi warga sekitar. Menurut Sugiran, motivasi terbesarnya adalah menggairahkan ekonomi kreatif warga Tegaldowo dan memberikan pembekalan soft skill. Dengan begitu, kesejahteraan warga akan meningkat. “Intinya keberadaan Taman Puspa Gading adalah proyek gotong-royong dari warga untuk warga. Ini murni swadaya warga. Sejauh ini belum ada campur pihak swasta. Namun tidak menutup kemungkinan juga jika ada sponsorship yang masuk. Asalkan konsepnya jelas. Dan tentunya ada benefit yang bisa dinikmati warga,” jelas Sugiran saat ditemui yogyapos.com, Senin (8/7) siang di kantornya, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Yogyakarta, di Jl.Veteran No.30 A Yogya.

Sugiran melanjutkan, dalam mengelola Taman Puspa Gading, dirinya dibantu tim inti yang bisa dibilang sebagai otak dari sumber ide, gagasan, konsep dan eksekusi. Selain Sugiran ada Sunarno, Haryanto, Sukamto dan Made, yang semuanya berasal dari lintas profesi. “Ditengah kesibukan kami dalam bekerja, pada setiap obrolan ternyata punya cita-cita yang selaras. Yaitu menggerakkan ekonomi kreatif warga Tegaldowo. Gagasan mulai kami rapatkan perdana di awal Januari 2019. Lalu berproses, dan pada Maret membentuk wadah yang menaungi destinasi rekreasi ini. Lahirlah Lembaga Tegaldowo Manunggal. Kemudian masterplan secara bertahap kami eksekusi. Dari penataan taman, pembangunan wahana, sarana penunjang, area food court, mushola, gazebo, hingga kantong parker,” ujar Kepala Seksi Pemantauan & Penertiban Balai Monitor.

Sugiran sadar betul, jika destinasi ini umurnya masih seumur jagung. Inovasi dan evaluasi pun dilakukan rutin. Bahkan sejumlah complain dan keluhan pengunjung direspon sangat cepat.

Bersama Lembaga Tegaldowo Manunggal, Sugiran punya mimpi besar menjadikan Tegaldowo sebagai desa wisata yang mandiri dan edukatif. Sejumlah konsep dan masterplan sudah siap. Tinggal digulirkan.

“Ya benar, mimpi besar kami adalah menjadikan Tegaldowo sebagai desa wisata edukatif, yang warganya mandiri dalam berkarya. Infrastrukur jalan desa kami perbaiki. Culture activity semacam menanam padi, angon kerbau, aktivitas pertanian, susur sungai hingga pendirian home stay/pondokan tinggal digulirkan setelah masa panen tiba. Garis besarnya adaalah menciptakan wisata alam yang nyaman, murah dan edukatif. Back to nature. Karena di bawah area Taman Puspa Gading mengalir sungai bedog. Situasi itu juga akan kami optimalkan,” pungkas Sugiran yang dalam waktu dekat akan membangun wahana river tubing, flying fox dan wall climbing. (Dol)

 


share on: