AKSI DAMAI GKR DI YOGYA, SYUKRI : Kita Kawal Gugatan di MK

share on:
Searah jarum jam : peserta aksi damai membludak di jalan depan Gedung PDHI. HM Syukri Fadholi dalam orasinya mengajak hadirin mengawal gugatan di MK . Salat gaib. Para Emak-emak begitu antusias mengikuti acara hingga selesai || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Ratusan orang mengikuti dari sejumlah aliansi ormas, tokoh ulama, cendekiawan serta masyarakat, mengikuti aksi damai Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR) di depan Gedung PDHI, Jumat (24/5) sore. Aksi damai dibuka dengan doa dan salat gaib atas meninggalnya ratusan petugas pemilu, dipimpin Ustad Puji Hartono.

Dalam orasi singkatnya, Ustad Puji menyoroti kematian ratusan petugas pemilu yang meninggal saat bertugas. Serta tindakan represif aparat keamanan pada aksi 21 & 22 Mei di Jakarta, yang mengakibatkan 6 pengunjuk rasa tewas.

“Ada mekanisme yang salah dalam tata kelola pemerintahan kita saat ini. Lewat aksi damai ini, mari kita doakan agar semuanya berjalan baik, jujur dan adil. Kembali ke marwahnya,” seru Puji.

Aksi damai GKR ini dihadiri Ketua Presidium GKR Yogya HM Syukri Fadholi SH, tokoh reformasi Solo Mudrick Malkan Sangidu, politisi Gerindra Dharma Setiawan, dan tokoh GPK Khittoh Fuad Andreago.

HM Syukri Fadholi mengatakan, Yogya sebagai kota perjuangan tidak boleh diam dengan kondisi seperti sekarang. Ketika demokrasi dibungkam oleh pemilik modal, dan hukum tak lagi memihak kepada rakyat. “Hukum hanya untuk kaum berada. Tajam ke bawah, tumpul ke atas. Apakah kita akan diam saja? Ini saat nya warga Yogya bergerak sebagai penopang. Allahu Akbar...” ujar Syukri Fadholi lantang disambut pekik takbir para peserta aksi damai.

Menurut Syukri, Pemilu 2019 baru lalu adalah pemilu terburuk sepanjang penyelenggaraan. Banyak kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif. Semoga di bulan Ramadan ini, kecurangan dan kejujuran akan terbukti. “Apakah hadirin semua siap mengawal gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK)...?” tanya Syukri. 

“Siaaapppp...Allahu Akbar,” lantang para peserta aksi damai disertai pekik takbir.

Acara yang berlangsung kondusif ini ditutup dengan berbuka puasa bersama yang disediakan para relawan. Lalu dilanjut salat maghrib barjamaah. (Dol)

 


share on: