Agus Santoso, Siap Bangkitkan Kejayaan Persiba Bantul

share on:
Agus Santoso bersama Lurah Paserbumi, Rumawan berkomitmen untuk siap mengembalikan kejayaan Persiba Bantul || YP/Fadholy

Yogyapos.com (BANTUL) - Kemunculan nama Agus Santoso dalam bursa Pilbup Bantul 2020, adalah sesuatu yang fenomenal. Pria visioner yang selama 12 tahun berkutat di bidang jasa kontraktor nasional ini, merasa Bantul ke depan butuh sentuhan inovasi dan terobosan baru. Yogyapos.com, Kamis (25/7) pagi coba berbincang dengan yang bersangkutan, sembari sarapan soto ayam kampung Pak Bloon, di seputaran Paseban Bantul.

 

Santer kabar yang beredar jika Anda siap maju Bantul 1, ya Pak?

Ya, Insya Allah. Ini juga dilatarbelakangi dorongan serta desakan masyarakat untuk membawa Bantul Projotamansari ke arah yang lebih moncer. Lebih baik dan lebih berdaya. Saya ambil contoh infrastruktur di Kulonprogo dengan Bandara dan Pelabuhan internasionalnya. Dan Gunungkidul yang sangat pesat di sektor wisata. Untuk Bantul dalam 5 tahun ini, kok saya rasa jalan ditempat. Stagnan. Tidak ada gerakan yang signifikan menyejahterakan masyarakat.

 

Moncer? Bisa secara gamblang dijelaskan Pak?

Secara harfiah dalam bahasa Jawa, moncer itu bermakna cemerlang atau gemilang. Kami ingin membawa energi tersebut untuk diejawantahkan dalam visi-misi yang kami usung. Moncer juga menjadi jargon kami. Yang berarti: Mandiri, Maju, Modern,, Ndarbeni, Cerdas, Kreatif dan Religius.

 

Sektor apa saja yang menurut Pak Agus perlu segera dibenahigerak cepat?

Pembangunan 75 desa adalah prioritas. Kami siap mengucurkan anggaran Rp 5 miliar tiap desa per tahunnya. Jika ditotal sekitar Rp 375 miliar. Anggaran tersebut adalah 40 persen dari APBD Bantul. Dalam plan saya, dana ini adalah upaya untuk ‘nduriti’ (menuruti) usulan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) ditahun pertama, saya menjabat kalau terpilih memimpin Bantul. Untuk tahun selanjutnya, dana bisa meningkat sesuai kemampuan daerah dan daya serap kegiatan.

Sektor pendidikan akan saya gulirkan SPP gratis dari SD, SMP (sederajat) dan SMA (sederajat). Tidak ada verifikasi khusus. Yang penting berasal dari sekolah negeri. Infrastruktur juga akan saya benahi. Baik fisik ataupun sumber daya manusianya. Masih banyak jalan di desa perbatasan yang belum layak. Penerangan juga masih minim. Soft skill, ketrampilan bagi masyarakat akan kami genjot. Ketika masyarakat sudah punya bekal keterampilan, otomatis sektor ekonomi akan bergairah.

 

Untuk bidang olahraga, apakah akan ada terobosan baru Pak? Nasib Persiba Bantul mau dibawa kemana?

Nah, itu juga sangat penting. Persiba adalah klub sepakbola kebanggaan warga Bantul. Sangat disayangkan kondisinya sekarang vakum. Manajerialnya tidak terkonsep jelas. Insya Allah akan saya hidupkan kembali Persiba yang mati suri ini. Saya sudah dialog dengan penggiat sepakbola dan Lurah Paserbumi, Mas Rumawan. Pokoknya saya siap all out untuk mengembalikan kejayaan Persiba Bantul. Di sekitar kompleks Stadion Sultan Agung, saya mencanangkan pembangunan Bantul Sport Centre. Akan berdiri gelanggang olahraga bertaraf internasional. Sementara di arena pacuan kuda, akan kami bangun tribun mengitari area. Pembibitan atlet juga harus sejak dini. Saya yakin potensi atlet berprestasi di Bantul sangat besar. Ketika semua sudah terkonsep matang dan jelas, otomatis impact yang ditimbulkan adalah ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.

 

Sebagai figur non partai, motor penggerak Anda berasal dari mana dan sejak kapan mulai start?

Sejak 1 tahun belakangan ini kami telah bergerak, blusukan ke 17 kecamatan di wilayah Bantul. Motor penggerak kami yaitu relawan Sedulur Agus Santoso yang saat ini berjumlah sekitar 10.000orang. Komunitas penggiat sepakbola dan sejumlah organisasi kemasyarakatan serta beberapa dukuhjuga siap all out mendukung.

 

Sudah ada komunikasi dengan partai politik ataupun organisasi Islam, seperti NU dan Muhammadiyah?

 Ya, sudah ada dialog dan penjaringan tersebut dari beberapa parpol. Seperti PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, Demokrat. Intinya kami mematuhi regulasi yang diterapkan partai-partai tersebut. Penjaringan aspirasi adalah sesuatu yang lazim dilakukan. Untuk kader NU secara personal sudah ada yang menyatakan siap bergabung. Sedangkan Muhammadiyah malah sudah menyodorkan nama untuk kelak jadi bakal cawabup pendamping saya. Teman-teman LDII juga siap mendukung.

 

Jika ada parpol yang ingin meminang Anda, tetapi posisi yang ditawarkan kepada Anda adalah calon wakil bupati (Bantul 2). Apa tanggapan Pak Agus?

 Rencana itu belum kami rumuskan. Karena marwah kami adalah kursi Bantul 1. Namun politik itu kan dinamis, bergerak progress. Hal terburuk pun sudah kami petakan. Yakni, jika saya tidak mendapat kendaraan partai, saya juga siap maju lewat jalur independen. Amunisi dan logistiksiap. 75.000 KTP juga sudah kami siapkan.

 

Apakah ada kriteria bagi calon pendamping (Wabup) Anda?

Syarat dan kriterianya adalah harus menguasai 6 bidang. Yakni; pendidikan, kesehatan, sosial, agama, olahraga dan paham akan seluk beluk di ASN (Aparatur Sipil Negara). Calon pendamping saya ini juga harus punya massa pendukung. Dan tentunya sepaham dengan program, visi-misi yang kami gulirkan. Siapapun boleh melamar. Tanpa mahar, tanpa amunisi, bahkan nol rupiah pun kami siap backup. Tentunya harus melewati serangkaian fit & proper test.

 

Sudah ada nama pendamping yang ideal bagi Anda?

 Nama-nama yang masuk kriteria tersebut sudah saya kantongi. Proses pemilihan juga masih lama, masih September 2020. Dinamika pasti terjadi.

 

Peran keluarga sejauh mana Pak Agus?

Keluarga tentu sangat mendukung. Restu dari istri dan anak-anak bagi saya adalah hal yang sangat krusial. Bahkan istri saya (Ratnawati SH) adalah partner yang menyenangkan untuk berdialog dalam segala aspek. Sebagai notaris, dia sangat paham sekali tentang regulasi dan birokrasi. Sedangkan anak-anak saya (Rizka Hutami SH MKn, Nabila Hayu dan Bimo Aji) selalu berpesan, jika kepentingan masyarakat Bantul adalah yang utama.

Tak terasa, obrolan yang mengasyikkan ini sudah menginjak siang. Pria yang tinggal di Jl.Wakhid Hasyim, Bantul Karang Ringinharjo ini pun berpamitan untuk menjalankan agenda sosialisasi di sejumlah wilayah. (Dol)

 

 

 


share on: